Asesmen Nasional bagi Guru dan Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk menunda pelaksanaan Asesmen Nasional (AN). Jadwal AN pun bergeser menjadi September dan Oktober 2021.

Dalam paparannya saat rapat kerja dengan Komisi X DPR RI secara virtual, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengungkap hal berikut:

Siswa, guru, dan sekolah tidak perlu melakukan persiapan khusus menghadapi AN. Yang perlu dilakukan adalah merefleksikan dan memperbaiki mutu pembelajaran.

>> Siswa

Siswa kelas 5, 8, dan 11 tidak perlu menyiapkan diri secara khusus untuk AN.

Siswa kelas 6, 9, dan 12 dapat fokus pada ujian sekolah dan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.

>> Guru

Meningkatkan kemampuan melakukan asesmen, serta melakukan pembelajaran yang menumbuhkan daya nalar dan karakter secara lebih utuh.

>> Sekolah

Memfasilitasi guru untuk melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran, serta memanfaatkan hasil AN untuk evaluasi dan perencanaan program.

>> Orang Tua

Orang tua tidak perlu mencari bimbingan belajar atau buku-buku latihan AN. Lebih baik dorong anak untuk membaca secara luas dan mengembangkan minatnya secara mendalam.

“Tidak perlu persiapan khusus yang harus dilakukan. Bahwa tidak ada gunanya bayar-bayar bimbel untuk AKM karena tidak ada dampaknya terhadap kelanjutan pendidikan muridnya, PPDB, maupun angka, rapor,” kata Mendikbud Nadiem Makarim saat rapat kerja dengan Komisi X DPR RI secara virtual, Rabu (20/1/2021).

“Bagi guru pun ini membantu memberikan visibilitas kepada gurunya untuk bisa memperbaiki diri dan juga sama dengan sekolahnya. Ini adalah baseline untuk nanti kita melihat apakah nanti di tahun 2022 improvement atau tidak, dan lain-lain,” sambung Nadiem.

sumber : https://gtk.kemdikbud.go.id/read-news/menyikapi-asesmen-nasional-bagi-guru-dan-sekolah